Oleh : Fadil Gasti Abhirama Kelas IX Sains
Suatu hari, pada suatu malam Jumat Kliwon yang sunyi, Riko hendak mencuci pakaiannya. Namun, ia sempat ragu dan bingung memilih bilik kamar mandi mana yang akan digunakannya.
Lalu, Riko melayangkan pandangannya dan memperhatikan bilik kamar mandi yang berada di sudut paling pojok. Bilik tersebut tampak sangat bersih dengan kran air yang mengalir deras serta kondisi bak yang masih sangat terawat. Tanpa ragu, Riko pun memutuskan untuk mencuci pakaian di bilik tersebut.
Namun, ketika ia baru saja mulai mencuci, suasana di sekitar kamar mandi mendadak berubah menjadi mencekam. Suara burung hantu terdengar merintih dari kejauhan, disusul oleh bisikan samar yang menyergap rungu. Diliputi rasa merinding dan terkejut, Riko tergesa-gesa menyelesaikan cuciannya lalu bergegas pergi.
Tetapi, sesampainya di luar, Riko baru menyadari ada selembar baju yang tertinggal di bilik tadi. Mau tidak mau, ia terpaksa melangkah kembali ke area kamar mandi. Saat mendekati lokasi, langkahnya terhenti tatkala matanya menangkap sekelebat bayangan hitam yang melintas cepat.
Hingga akhirnya, dengan perasaan cemas dan menguatkan diri, Riko perlahan mengikuti arah pergerakan bayangan tersebut. Langkahnya terhenti di depan bilik kamar mandi sudut pojok yang kini dalam keadaan tertutup rapat. “Perasaanku tadi aku tidak menutup pintunya,” bisik Riko kebingungan.
Sembari memberanikan diri, ia perlahan membuka pintu tersebut. Riko pun tersentak kaget, tetapi rasa takutnya seketika sirna begitu menyadari bahwa sosok yang mengejutkannya itu tidak lain adalah Joni, temannya sendiri.
Kisah sederhana ini menggambarkan betapa kuatnya pengaruh imajinasi dan ketakutan dalam pikiran manusia, terutama saat berada di tempat yang sepi pada waktu malam. Sering kali, suasana mencekam yang dirasakan timbul akibat prasangka dan ketakutan diri sendiri sebelum fakta sebenarnya terungkap.
Pada akhirnya, kebenaran di balik hal yang menakutkan kerap kali merupakan kejadian biasa yang tak terduga, mengajarkan kita untuk tidak cepat panik dan tetap tenang menghadapi situasi ganjil.
*) Cerpen motivasi, persahabatan, humor, hingga refleksi kehidupan karya para Santri SMP Al Furqan MQ ini, merupakan hasil praktik workshop penulisan bersama Alfian Bahri yang selalu tayang berkala tiap minggunya.




